
Banyak Akun WhatsApp Mendadak Ditinjau dan Diblokir, Meta Akui Ada Kesalahan Sistem
PEKANBARU-suarakitariau.com — Gelombang keluhan pengguna WhatsApp mengenai akun yang tiba-tiba keluar, masuk status “Account in review”, hingga tidak dapat digunakan kembali menjadi perhatian dalam beberapa pekan terakhir. Masalah tersebut tidak hanya dilaporkan oleh pengguna di luar negeri, tetapi juga terjadi di Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bahkan telah meminta penjelasan langsung kepada Meta mengenai banyaknya akun WhatsApp yang tiba-tiba kehilangan akses.
Yang membuat persoalan ini semakin menarik, Meta mengakui bahwa sistem WhatsApp memang sempat mengalami kesalahan sehingga sebagian akun yang seharusnya tidak dinonaktifkan ikut terdampak.
Meta Akui Sistem Bisa Salah Menandai Akun
Pada akhir Agustus 2026, Komdigi meminta klarifikasi Meta terkait banyaknya laporan masyarakat mengenai akun WhatsApp yang tiba-tiba dinonaktifkan.
Dalam pertemuan tersebut, pihak WhatsApp mengakui adanya kesalahan sistem global. Meta menjelaskan bahwa sistem WhatsApp memang dirancang untuk mendeteksi akun dan perilaku yang dianggap melanggar ketentuan layanan. Namun dalam proses tersebut terjadi kesalahan sehingga sejumlah akun yang sebenarnya tidak seharusnya dinonaktifkan ikut terdampak.
Meta menyatakan masalah tersebut tidak secara khusus menargetkan Indonesia, melainkan merupakan masalah sistem yang terjadi secara global. WhatsApp juga menyatakan telah melakukan mitigasi dan berupaya memulihkan akses akun pengguna yang terdampak.
Komdigi kemudian meminta WhatsApp mempercepat proses pemulihan akun masyarakat Indonesia yang terkena dampak.
Sebelumnya, Banyak Akun Masuk Status “Under Review”
Fenomena serupa juga muncul pada awal Agustus 2026.
Sejumlah pengguna WhatsApp melaporkan akun mereka tiba-tiba masuk status “Account in review”. Pengguna mendapatkan pemberitahuan bahwa aktivitas akun dan informasi perangkat mereka sedang diperiksa untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan WhatsApp.
Dalam pemberitahuan tersebut, WhatsApp menyatakan hasil pemeriksaan biasanya diberikan dalam waktu sekitar 24 jam. Laporan mengenai kejadian tersebut muncul dari berbagai negara dan kemudian menjadi perhatian karena sebagian pengguna mengaku tidak melakukan aktivitas yang menurut mereka melanggar aturan.
Kasus tersebut menunjukkan bahwa sistem otomatis WhatsApp dapat menghasilkan false positive, yaitu pengguna yang sebenarnya tidak melakukan pelanggaran tetapi ikut terkena tindakan sistem.
WhatsApp Memang Menggunakan Sistem Otomatis untuk Mendeteksi Pelanggaran
Di sisi lain, bukan berarti seluruh pemblokiran WhatsApp merupakan kesalahan sistem.
WhatsApp secara resmi menjelaskan bahwa akun dapat dibatasi atau diblokir apabila aktivitasnya menunjukkan indikasi spam, pesan otomatis, atau pengiriman pesan secara massal. Pada kondisi tertentu, akun yang dibatasi bahkan tidak dapat memulai percakapan dengan kontak baru atau menggunakan perangkat tertaut (linked devices).
WhatsApp juga menyatakan bahwa akun dapat diblokir apabila perusahaan meyakini aktivitas akun melanggar Ketentuan Layanan. Pengguna yang merasa diblokir karena kesalahan dapat mengajukan permintaan peninjauan melalui aplikasi apabila opsi tersebut tersedia.
Untuk pemblokiran sementara, WhatsApp menyebut penggunaan aplikasi WhatsApp tidak resmi dan aktivitas seperti scraping sebagai contoh kondisi yang dapat memicu pembatasan.
Artinya, terdapat dua kemungkinan yang harus dibedakan:
pertama, tindakan sistem karena aktivitas yang memang dianggap melanggar aturan;
kedua, kesalahan sistem atau false positive terhadap pengguna yang sebenarnya tidak melakukan pelanggaran.
Mengapa Ada Pengguna yang Memakai WhatsApp Resmi tetapi Tetap Bermasalah?
Ini menjadi bagian yang cukup membingungkan bagi pengguna.
Beberapa orang melaporkan menggunakan aplikasi WhatsApp yang diunduh dari Google Play Store, tetapi tetap mendapatkan peringatan atau mengalami masalah saat melakukan verifikasi.
Secara teknis, status aplikasi dan kondisi perangkat merupakan dua hal yang berbeda.
Aplikasi dapat berasal dari sumber resmi, tetapi perangkat Android yang menjalankannya dapat memiliki kondisi tertentu yang membuat pemeriksaan keamanan perangkat tidak memenuhi tingkat integritas yang diharapkan.
Google memiliki mekanisme Play Integrity untuk membantu aplikasi dan server memeriksa integritas aplikasi serta perangkat. Google juga menjelaskan bahwa kondisi seperti rooting atau API hooking dapat menyebabkan perangkat tidak memperoleh tingkat integritas tertentu.
Namun, belum ada pernyataan resmi WhatsApp yang menyebut bahwa setiap HP yang di-root otomatis menyebabkan akun WhatsApp diblokir.
Karena itu, hubungan antara root, Play Integrity dan kasus WhatsApp harus diperlakukan sebagai faktor teknis yang perlu diperiksa, bukan sebagai kesimpulan bahwa root merupakan penyebab pasti.
Nomor Sama Bisa Berhasil di HP Lain
Ada satu pola yang dapat membantu masyarakat memahami persoalan ini.
Dalam sebuah kasus yang diamati, nomor WhatsApp yang sebelumnya mengalami peninjauan ternyata dapat digunakan kembali pada HP lain.
Namun ketika akun yang sama hendak digunakan pada HP lama melalui proses penautan perangkat menggunakan QR code, proses tersebut tidak berhasil.
Pada perangkat lama tersebut, pemeriksaan Google Play Integrity juga menunjukkan status gagal.
Temuan tersebut menarik karena menunjukkan bahwa masalah dapat terjadi pada tingkat perangkat, bukan semata-mata pada nomor telepon.
Namun sekali lagi, kegagalan Play Integrity tersebut belum dapat dijadikan bukti bahwa WhatsApp menolak perangkat tersebut karena root.
Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah penyebabnya berasal dari root, bootloader yang terbuka, sistem Android yang dimodifikasi, custom ROM, layanan Google, konfigurasi perangkat, atau faktor lainnya.
Jangan Langsung Menganggap Pesan “Gunakan WhatsApp Resmi” Berarti APK Palsu
Pengguna juga perlu memahami perbedaan antara:
aplikasi WhatsApp resmi
dan
perangkat yang memenuhi pemeriksaan keamanan.
WhatsApp memang melarang penggunaan aplikasi pihak ketiga yang dimodifikasi karena keamanan dan privasinya tidak dapat diverifikasi.
Namun jika WhatsApp yang digunakan benar-benar berasal dari Google Play Store, kemudian perangkat mengalami kegagalan pemeriksaan integritas, pengguna tidak seharusnya langsung menyimpulkan bahwa APK tersebut palsu.
Masalah bisa berada pada lingkungan perangkat, proses verifikasi, atau sistem otomatis WhatsApp.
Masyarakat Sebaiknya Tidak Panik
Bagi pengguna yang mengalami akun tiba-tiba masuk under review, langkah pertama adalah tidak panik dan tidak melakukan percobaan login atau permintaan OTP berulang kali tanpa alasan.
Periksa terlebih dahulu:
apakah WhatsApp berasal dari Google Play Store atau sumber resmi;
apakah perangkat memiliki sertifikasi Play Protect;
apakah Google Play Integrity berhasil;
apakah HP pernah di-root atau menggunakan sistem yang dimodifikasi;
apakah terdapat aplikasi cloning, hooking, atau modifikasi WhatsApp;
apakah nomor yang sama dapat digunakan pada perangkat lain.
Jika WhatsApp memberikan pilihan Request Review, pengguna dapat mengajukan peninjauan melalui mekanisme resmi WhatsApp. WhatsApp sendiri menjelaskan bahwa apabila opsi permintaan peninjauan tidak tersedia, keputusan pemblokiran dapat bersifat final.
Kesimpulan
Gelombang akun WhatsApp yang masuk status under review atau tiba-tiba kehilangan akses memang memiliki dasar kejadian nyata.
Yang paling penting, Meta sendiri telah mengakui adanya kesalahan sistem global yang menyebabkan sebagian akun yang seharusnya tidak dinonaktifkan ikut terdampak. Pemerintah Indonesia juga telah meminta klarifikasi dan percepatan pemulihan akun masyarakat.
Namun pada saat yang sama, WhatsApp memang memiliki sistem otomatis untuk mendeteksi spam, aktivitas massal, aplikasi tidak resmi, dan aktivitas lain yang dianggap melanggar ketentuan.
Karena itu, tidak semua akun yang diblokir berarti terkena error, dan tidak semua akun yang ditinjau berarti melakukan pelanggaran.
Kasus pengguna yang memakai WhatsApp resmi tetapi mengalami kegagalan verifikasi pada perangkat tertentu juga menunjukkan bahwa faktor integritas perangkat perlu diperhatikan. Akan tetapi, sampai ada pernyataan resmi WhatsApp yang menghubungkan kegagalan Play Integrity atau root dengan kasus tertentu, hal tersebut masih harus dipandang sebagai kemungkinan teknis, bukan fakta yang sudah terbukti.
Bagi masyarakat, pesan pentingnya sederhana:
WhatsApp resmi, akun yang sehat, dan perangkat yang memenuhi persyaratan keamanan adalah tiga hal yang berbeda. Kegagalan salah satunya dapat menghasilkan pengalaman yang berbeda saat login atau menautkan perangkat.
Dengan adanya pengakuan Meta mengenai kesalahan sistem, pengguna yang mengalami under review tanpa merasa melakukan pelanggaran sebaiknya tidak langsung menganggap nomor mereka telah diblokir permanen. Periksa perangkat, gunakan aplikasi resmi, dan manfaatkan mekanisme peninjauan yang disediakan WhatsApp.
